Wednesday, 25 October 2017

Yogyakarta...berlibur Candi Ijo (siri 1)

CANDI IJO

Dari Candi Prambanan kami menuju ke Candi Ijo. Dalam perjalanan kami singgah solat di Masjid Raya Al-Muttaqun.Keadaan bilik airnya agak kurang selesa untuk mengambil wuduk , mungkin telah biasa dengan suasana yang selesa di masjid di Malaysia.

Meneruskan perjalanan ke Candi Ijo kelihatan deretan rumah disini beratap genting.Perjalanan ke  Candi Ijo melalui lereng bukit.Kebanyakkan pengangkutan disini menggunakan motor yang bagitu cekap dipandunya walau jalannya yang berliku serta kecil .Tidak ada penggadang jalan serta tidak ada petunjuk jalan.Bila ditinjau kebawah lereng kelihatan bandar Yogyakarta yang bagitu cantik.

Setiba disana terasa akan kedinginannya dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi bahasa.Terasa diri ini disapa oleh hembusan udara dingin nan segar menyambut.Ditepi lereng itu menuju ke candi kelihatan  gerai kecil yang menjual jagung bakar.Kami ke Candi,kelihatan sudah bagitu ramai pengujung berdiri ditepi lereng ada yang berfoto serta ada yang  bergurau senda dikalangan rombongan mereka ini disebabkan mereka memakai t-shirt yang sama.Aku juga berfoto disini sambil mencari sudut untuk menyaksikan matahari terbenam.Ada yang berfoto ditulisan 'LERENG IJO'.Kelihatan bagitu indah sekali bila lihat matahari semakin menghilang dicelah-celah awan. Bagitu indah sekali kekuasaan Allah.

Candi ini terletak diatas puncak tidaklah sebesar candi di Prambanan.Hanya ada satu candi  terletak ditengahnya  tapi keistimewaannya pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam.

Dari Candi Ijo kami menuju ke Hutan Pinus Pengger.

bersolat di Masjid Al-Muttaqun

Melihat matahari terbenam
pengunjung bagitu ramai di Candi Ijo
pengujung menunggu untuk melihat matahari terbenam
melihat matahari terbenam
berfoto dilereng candi Ijo

Bersama teman -teman berfoto.

No comments:

Post a Comment